Fitnah. HAH.

Fitnah. Memang benar fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan dan jelas ada di Al Qur’an juga. Tapi aku ga akan bahas detail mengenai hukum atau bahkan dosanya. Aku cuma mau membahas dari sudut pandang bagaimana fitnah bisa terjadi. Well macam peribahasa “gak mungkin ga ada asap kalau ga ada api” bagi orang-orang yang sekarang mungkin sedang merasa dirinya difitnah atau sejenisnya, coba deh kamu ngaca dulu.

Apa udah benar apa yang kamu lakukan? Mungkin bagimu memang benar, but wait, coba lihat dari sudut pandang lain. Hidup kan ga boleh egois. Jangan hanya mementingkan diri sendiri. Apalagi hidup di negara yang tingkat bersosialnya tinggi. Dalam hidup seperti disini, kamu perlu berperilaku yang sama-sama saling menjaga, apalagi jaga perasaan *eaak. So, jangan pernah merasa diri sedang difitnah. Jangan bangga kalau kamu lagi diomongin yang engga-engga, bahkan difitnah. (biasanya orang yang “merasa” difitnah itu suka punya pikiran kaya gini: “biar aja orang fitnah gue, syukur banget ada yang nampung dosa gue” no! Jangan pernah berpikir kaya gitu please!)

IMG_8618
hayolooooh!!

Coba saling koreksi sifat dan perilaku. Orangpun taulah fitnah itu hukumnya dosa. Orangpun malas sebenarnya cerita yg engga-engga. Prasangka itu gak mungkin timbul tanpa adanya kecurigaan. (Jadi sebelum kamu “menilai” orang lain “memfitnah”  kamu, cek dulu deh perilaku kamu, mencurigakan atau engga? 🙂 hee) Orang lain juga gak mau difitnah bahwa mereka memfitnah kamu tanpa alasan. So, intinya please jangan berperilaku yg sampai menyinggung perasaan orang lain. siapa tau perilaku kamu itu secara tidak kamu sadari (atau sebenarnya sadar tapi kamu pura-pura gak sadar) telah menyakiti perasaan orang itu. Kamu juga gak tau kan betapa sebelumnya orang itu bersabar dan mencoba diam, sampai orang itu tidak kuat menahan diri dan akhirnya membuka suara tentang apa yang dia rasakan? Kamu secara tidak sadar maupun sadar sedang memancing emosi orang lain bukan? Jadi stop berpikir “Asik ada yang ngomongin gue, syukur dah dosa gue ada yang nampung” no, bukan macam gitu ya BUNG, SIS! Berpikir panjanglah kamu sebelum kamu berbuat. “You reap what you sow.” yhaa kamu menuai apa yang kamu tanam. Jadi kalau kamu merasa diri sedang difitnah, sebenarnya itu hasil perbuatan siapa? 🙂

So kalau kamu udah terlanjur merasa sedang difitnah, dan tau siapa yang fitnah kamu, coba dikomunikasikan, diklarifikasi, dimusyawarahkan bersama. Kalau menyangkut orang ke 3,4,5 yha rembukin semua macam rapat meja bundar. Lebih baik face to face untuk menyelesaikan masalah kan ketimbang kamu diam dan hanya berpikir kamu lagi difitnah (tapi hati ga akan tenang biasanya kalau cara egois seperti itu) buktiin dong kalau kamu ga seperti apa yang orang itu pikirkan. Jadi intinya lagi “Please jangan Ge’er atas omongan orang yang buruk tentang kamu atau bahkan sampai memfitnah kamu, tapi yang harus kamu lakukan ya ngaca dulu, bahkan musyawarahin bersama itu lebih baiqh.” Sama-sama beramal bukan yang kayak gitu? Saling jaga perasaan supaya tidak saling terjerumus dosa karena prasangka-prasangka buruk. Jangan cuma diam, kalau kamu diam itu sama aja kayak kamu “mengiyakan” fitnah tersebut. Makanya orang jadi makin banyak berprasangka buruk sama kamu. terus kapan kelar urusan kalo kayak gitu? heeeeee 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: